Manajemen Waktu Kepala Sekolah


MANAJEMEN WAKTU KEPALA SEKOLAH

(Studi Deskriptif Kualitatif di SD Negeri 05 Bingin Kuning Kabupaten Lebong)

 

ABSTRACT

PRINCIPAL’S TIME MANAGEMENT

(Qualitative Descriptive study at Public Elementary School 05 Bingin Kuning Lebong Regency)

The general purpose of this research was to describe the time management of Principal of Public Elementary School 05 Bingin Kuning Lebong Regency.  In particular, this study aims to describe: principal’s perception about the importance of time management at work; the planning of principal’s time management; the Implementation of principal’s time management; principal’s work sector who has carrying out time management; the supervision of principal’s time management; problems and solutions principal’s time management. The research method used  is qualitative descriptive. The result of this research show that in time management principal is expected to have a positive perception about the importance of time management, in planning, the implementation and supervision of time management, he should determine working priority based on the necessity not time sequence.
Keywords: time management, principal

A.    PENDAHULUAN
1.      Latar Belakang

Sekolah Dasar (SD) Negeri 05 Bingin Kuning adalah salah satu lembaga pendidikan formal negeri yang ada di Kabupaten Lebong yang tujuan utamanya adalah menyelenggarakan pendidikan yang baik dan berkualitas. Untuk itu kepala sekolah juga tenaga pendidik dan kependidikan yang ada harus mampu memanajemen waktu dalam bekerja di sekolah, sehingga dengan waktu yang sedemikian singkat tersebut dapat dioptimalkan untuk kegiatan-kegiatan yang berkontribusi terhadap pencapaian tujuan sekolah.

Dalam sebuah buku yang berjudul Good Schools-What Makes Them Work (1980) seperti yang telah dikutip oleh Farawahida (2005:13) mengatakan bahwa “seorang kepala sekolah yang efektif adalah pemimpin instruksional yang kuat yang tahu bagaimana mengelola waktu dan uang dengan efektif”. Artinya bahwa efektivitas seorang kepala sekolah dapat diukur dari bagaimana kemampuannya dalam mengelola waktu dan uang secara efektif.

Berdasarkan hasil observasi awal, penulis berasumsi bahwa Kepala SD Negeri 05 Bingin Kuning Kabupaten Lebong belum mampu mengelola waktu yang tersedia secara efektif. Kepala sekolah sebagai seorang manajer belum menunjukkan adanya kesadaran akan pentingnya manajemen waktu, merencanakan waktu kegiatan yang akan dilaksanakan serta melaksanakan kegiatan sesuai dengan waktu yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Seharusnya seorang kepala sekolah memiliki kemampuan manajerial dalam hal pengelolaan waktu, tetapi pada kenyataan Kepala SD Negeri 05 Bingin Kuning belum memiliki kesadaran akan pentingnya disiplin waktu sehingga tidak memanfaat waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat serta tidak mengelola waktu dalam rangka pelaksanaan program atau kegiatan yang akan dilaksanakan.

2.      Rumusan Masalah

Rumusan masalah secara umum dalam penelitian ini adalah bagaimana manajemen waktu Kepala SD Negeri 05 Bingin Kuning Kabupaten Lebong? Sedangkan secara khusus, rumusan masalah adalah: (a) bagaimana persepsi kepala sekolah tentang pentingnya manajemen waktu dalam bekerja? (b) bagaimana perencanaan manajemen waktu kepala sekolah? (c) bagaimana pelaksanaan manajemen waktu kepala sekolah? (d) dalam bidang pekerjaan apa kepala sekolah telah melaksanakan manajemen waktu? (e) bagaimana pengawasan manajemen waktu kepala sekolah? (f) bagaimana masalah dan solusi dalam manajemen waktu kepala sekolah?

3.      Tujuan Penelitian

Beranjak dari pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan dalam rumusan masalah tersebut di atas, maka penelitian ini memiliki tujuan secara umum yaitu untuk mendeskripsikan manajemen waktu Kepala SD Negeri 05 Bingin Kuning Kabupaten Lebong. Secara khusus penelitian bertujuan: (a) untuk mendeskripsikan persepsi kepala sekolah tentang pentingnya manajemen waktu dalam bekerja; (b) untuk mendeskripsikan perencanaan manajemen waktu kepala sekolah; (c) untuk mendeskripsikan pelaksanaan manajemen waktu kepala sekolah; (d) untuk mendeskripsikan bidang pekerjaan kepala sekolah telah melaksanakan manajemen waktu; (e) untuk mendeskripsikan pengawasan manajemen waktu kepala sekolah; (f) untuk mendeskripsikan masalah dan solusi dalam manajemen waktu kepala sekolah.

B.     METODE PENELITIAN

1.      Rancangan Penelitian

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui gambaran peristiwa yang real mengenai manajemen waktu yang dilaksanakan di SD Negeri 05 Bingin Kuning.

Pada penelitian ini dilaksanakan penelitian kualitatif menggunakan desain penelitian studi kasus, karena penelitian ini difokuskan pada satu fenomena saja yang dipilih dan ingin dipahami secara mendalam, dengan mengabaikan fenomena-fenomena lainnya. Satu fenomena tersebut adalah manajemen waktu dalam bekerja yang dilaksanakan oleh kepala sekolah.

2.      Subyek Penelitian

Adapun subyek pada penelitian ini adalah Kepala SD Negeri 05 Bingin Kuning. SD Negeri 05 Bingin Kuning adalah salah satu lembaga pendidikan dasar negeri yang ada di Kecamatan Bingin Kuning Kabupaten Lebong. Lokasi sekolah sangat strategis karena berada di jalan lintas dan satu komplek dengan SD Negeri 03 Bingin Kuning dan SMP Negeri 02 Bingin Kuning.

3.      Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Wawancara diajukan kepada kepala sekolah dan apabila diperlukan diajukan pertanyaan pengutan kepada tenaga pendidik dan kependidikan. Observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung kegiatan kepala sekolah terkait dengan manajemen waktu, oleh karena itu peneliti terlibat langsung bekerja di SD Negeri 05 Bingin Kuning selama kegiatan penelitian berlangsung. Studi dokumentasiadalah teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen yang sesuai dengan tujuan dan fokus masalah.

4.      Teknik Analisis Data

Langkah-langkah pengumpulan dan analisis data adalah peneliti memulai wawancara dengan beberapa informan yang telah dipilih untuk kemudian dilanjutkan dengan member check. Pengumpulan data melalui interview dilengkapi dengan data pengamatan dan data dokumen (triangulasi). Sementara pengumpulan data terus berjalan, analisis data mulai dilakukan, dan keduanya terus dilakukan berdampingan sampai tidak ditemukan data baru lagi.

Analisis data dimulai dengan menyusun fakta-fakta hasil temuan lapangan. Kemudian peneliti membuat diagram-diagram, tabel, gambar-gambar dan bentuk-bentuk pemanduan fakta lainnya. Hasil analisis data, diagram, bagan, tabel, dan gambar-gambar tersebut diinterpretasikan, dikembangkan menjadi proporsi dan prinsip-prinsip.

C.    HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

1.      Persepsi Kepala Sekolah tentang Pentingnya Manajemen Waktu dalam Bekerja

Penting dalam manajemen waktu bagi kepala sekolah adalah meluruskan persepsi terhadap arti penting dalam hal pengaturan waktu yang tersedia untuk bekerja di sekolah. Jadikan waktu sebagai sumber utama dalam pencapaian tujuan sekolah, sadari sepenuhnya bahwa ketika waktu bekerja telah berlalu tidak akan mampu dikembalikan lagi. Dengan demikian maka seorang kepala sekolah akan berfikir bahwa penting dalam pelaksanaan pekerjaan mengggunakan manajemen waktu.

Dalam manajemen waktu kepala sekolah penting untuk diketahui secara mendasar tentang manajemen waktu, keuntungan yang didapat dengan melaksanakan manajemen waktu, dan langkah-langkah yang dilakukan dalam pengaturan waktu.

Berdasarkan penelitian tesis Farawahida Bte Abd. Hamid yang berjudul “The Practice of Time management: A Survey Among Secondary School Principals in The District of Klaung, Johor”. Dalam memanajemen waktu para kepala sekolah menggunakan time planner, pengaturan prioritas dan memulai dengan tingkah laku yang positif. Pada akhirnya mereka mampu menghadapi segala bentuk kendala yang berkaitan dengan waktu dengan baik.

2.      Perencanaan Manajemen Waktu Kepala Sekolah

Perencanaan waktu merupakan merupakan suatu keharusan dalam manajemen waktu. Merencanakan waktu dengan baik akan melahirkan suatu produktivitas kerja seseorang. Perencanaan waktu ini langkah awal seseorang dalam meraih sesuatu yang ingin diwujudkan. Perencanaan sebagai titik tolak dalam melaksanakan suatu kegiatan adalah jalan yang menghubungkan antara harapan dan kenyataan.

Menurut Haynes dalam Imron (2003:136), terdapat tiga elemen pokok perencanaan waktu dalam rangka melaksanakan tugas-tugas yang dihadapi kepala sekolah, yaitu sebagai berikut: “a) The duraton of each step (jangka waktu untuk setiap langkah kegiatan); b) The earliest time at which a step must be started (waktu paling awal kemungkinan memulai suatu kegiatan); c) The latest time at which a step must be started (waktu paling belakang/terakhir yang mana suatu kegiatan sudah harus dimulai.”

Dari temuan di lapangan serta dikorelasikan dengan teori yang ada maka dapat dianalisis nilai pragmatis dalam rangka perencanaan waktu untuk melaksanakan tugas sebagai kepala sekolah. Dalam perencanaan waktu perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut: (1) hitunglah berapa banyak waktu yang dapat digunakan; (2) tentukan apa tujuan, target atau sasaran yang hendak dicapai dalam periode tertentu dan diuraikan dalam daftar kegiatan yang harus dilaksanakan (to do list); (3) uraikanlah kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan dalam mencapai tujuan dalam kurun waktu tertentu dilengkapi dengan durasi pelaksanaan kegiatan tersebut; (4) buatlah evaluasi diri atas pelaksanaan kegiatan yang telah menggunakan waktu untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan sebelumnya. (5) buatlah suatu catatan revisi atau perbaikan yang perlu dilakukan di masa datang setelah mengevaluasi pemanfaatan waktu terlaksana untuk dimasukkan sebagai bahan perbaikan pada rencana waktu yang baru.

3.      Pelaksanaan Manajemen Waktu Kepala Sekolah

Dari hasil penelitian tentang pelaksanaan manajemen waktu kepala sekolah dapat dimaknai bahwa dalam pelaksanaan manajemen waktu seorang kepala sekolah harus konsisten terhadap perencanaan waktu yang telah disusun. Usahakan untuk tidak melompat dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lain ketika pekerjaan berikut waktu yang ditargetkan belum selesai. Kerjakanlah terlebih dahulu pekerjaan yang menjadi prioritas berdasarkan tingkat kepentingan. Jangan mendahulukan pekerjaan berdasarkan urutan waktu atau memilih pekerjaan mana yang mendesak, karena terdesak oleh pekerjaan yang tidak begitu penting tidak akan membuat kita frustasi jika dibandingkan terdesak oleh oleh pekerjaan yang penting.

Upayakan seminimal mungkin tidak melakukan hal-hal yang dapat menyita waktu bekerja. Hindari menerima telepon atau kunjungan untuk sekedar ngobrol sesuatu yang tidak bermanfaat secara langsung terhadap pencapaian tujuan sekolah pada jam bekerja. Jangan bersantai pada waktu luang tanpa khawatir akan pekerjaan.

Oleh karena itu untuk mengoptimalkan pelaksanaan kegiatan, hendaknya perencanaan waktu yang disusun tidak terlalu longgar, fleksibel untuk mengantisipasi pekerjaan yang mendadak, serta luangkan sedikit waktu dalam rencana kegiatan waktu untuk bersantai bersama keluarga dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Dengan begitu target yang ditentukan dapat tercapai.

Seperti yang diungkapkan oleh Sudarwan Danim dan Suparno dalam Toha (2009:6) bahwa “salah satu kelemahan sebagian besar kepala sekolah dan juga tenaga kependidikan lainnya serta tenaga administrasi adalah kurang disiplinnya dalam memanfaatkan waktu yang sudah disusun oleh mereka sendiri, karena mungkin terlalu padat atau juga terlalu longgar”

Dari pembahasan tersebut, dapat penulis dianalisis bahwa dalam penerapan pelaksanaan manajemen waktu hendaknya kita konsisten dalam melaksanakan daftar rencana kegiatan yang sudah disusun. Hindari hal-hal yang dapat menyita waktu kita dalam bekerja seperti sekedar ngobrol atau menerima kunjungan yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, katakan “tidak” untuk segala sesuatu yang dapat menyita waktu bekerja. Agar mudah dalam pelaksanaan manajemen waktu, daftar rencana kegiatan memprioritaskan pekerjaan berdasarkan kepentingan, waktu yang ditetapkan tidak terlalu longgar, fleksibel serta luangkan waktu untuk bersantai bersama keluarga dan kegiatan sosial kemasyarakatan.

4.      Bidang Pekerjaan Kepala Sekolah telah Melaksanakan Manajemen Waktu

Bidang pekerjaan kepala sekolah yang membutuhkan perencanaan waktu, diantaranya: a) Rencana Strategis Sekoah (RSS); b) Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) jangka panjang, menengah dan jangka pendek; c) pengelolaan kalender pendidikan; d) program tahunan; e) program semester; f) jadwal pelajaran; g) pelaksanaan ulangan atau ujian.

Terhadap bidang pekerjaan tersebut kepala sekolah diharapkan dapat menerapkan prinsip manajemen waktu. Kalau setiap pelaksanaan kegiatan sekolah telah dikelola dengan profesional maka target yang ditetapkan akan tercapai, sekolah akan berkembang dengan pesat, sekolah akan menjadi lembaga pendidikan bermutu, mampu bersaing terhadap segala tantangan, dan yang terpenting adalah tujuan pendidikan akan tercapai.

Beranjak dari program kinerja kepala sekolah yang ditetapkan, kepala sekolah menyusun rencana kegiatan yang akan dilaksanakan. Tentukan kapan waktu kegiatan tersebut akan direalisasikan, susun dalam bentuk rencana untuk setiap periode waktu, tentukan rencana kegiatan tahunan, program semester, rencana bulanan, mingguan sampai pada daftar rencana pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk satu hari.

5.      Pengawasan Manajemen Waktu Kepala Sekolah

Hal yang harus dilakukan dalam pengawasan manajemen waktu adalah bagaimana pelaksanaan kegiatan yang dilakukan, apakah sesuai dengan perencanaan waktu yang telah disusun, apakah kegiatan berjalan dengan baik, apakah target yang diharapkan terpenuhi, serta yang terpenting adalah apakah waktu yang tersedia sudah optimal digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat, kegiatan yang berhubungan langsung dengan pencapaian tujuan pendidikan.

Perhatikan kembali daftar rencana kegiatan (to do list) yang telah disusun, berilah tanda untuk kegiatan yang telah dilaksanakan serta pindahkan kegiatan yang belum terlaksana pada daftar rencana kegiatan hari berikutnya. Evaluasi daftar rencana kegiatan, temukan permasalahan mengapa terdapat rencana kegiatan yang belum terlaksana, apakah durasi waktu yang ditentukan terlalu pendek atau sebaliknya sehingga membuat kita lalai dan fleksibilitas waktu yang tersedia untuk pekerjaan yang mendadak.

Setelah manajemen waktu dievaluasi berikut catatan-catatan terhadap hal-hal yang harus diperbaiki, terapkan pada perencanaan dan pelaksanaan manajemen waktu periode berikutnya sehingga efektivitas waktu meningkat. Jangan sampai kita “tertipu” dengan melakukan kesalahan yang sama dua kali.

6.      Masalah dan Solusi dalam Manajemen Waktu Kepala Sekolah

Dari hasil penelitian, dapat dimaknai bahwa permasalahan mendasar dalam manajemen waktu kepala sekolah adalah ketidakmampuan kepala sekolah dalam menentukan prioritas dari segenap pekerjaan yang menjadi tanggung jawabnya. Kepala sekolah seringkali menunda pekerjaan yang diangap sulit dan membutuhkan waktu yang lama dalam pengerjaannya, apalagi pekerjaan tersebut bukanlah pekerjaan yang diminati.

Masalah yang muncul dalam manajemen waktu juga disebabkan karena tidak dapat membedakan antara pekerjaan penting dan medesak. Kepala sekolah biasanya akan mendahulukan pekerjaan yang mendesak atau dalam artian mendahulukan pekerjaan yang dibutuhkan segera dibandingkan pekerjaan yang penting, mungkin karena pekerjaan yang penting tersebut durasi waktunya masih lama.

Melihat makna hasil penelitian mengenai hambatan yang sering dihadapi dalam manajemen waktu kepala sekolah tersebut, sesuai dengan pendapat Astuti (2008:4) mengenai hambatan dalam manajemen waktu, yaitu: a) mendahulukan pekerjaan yang dicintai, bila kemudian mengerjakan pekerjaan yang kurang diminati; b) mendahulukan pekerjaan yang mudah sebelum menyelesaikan pekerjaan yang sulit; c) mendahulukan pekerjaan yang cepat penyelesaiannya, sebelum menyelesaikan kekerjaan yang membutuhkan waktu yang lama; d) mendahulukan pekerjaan darurat/mendesak, sebelumnya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang penting; e) melakukan aktivitas yang dapat mendekatkan mereka pada tujuan atau mendatangkan kemaslahatan bagi diri mereka; f) menunggu batas waktu (mepet) untuk menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tanggungjawabnya; g) skala prioritas disusun tidak berdasarkan kepentingannya, tetapi berdasarkan urutannya; h) terperangkap pada tuntutan yang mendesak dan memaksa.”

Dari uraian makna penelitian dan diperkuat dengan hambatan manajemen waktu menurut Astusi di atas, dapat disimpulkan sebagai bahan penerapan manajemen waktu bahwa dalam penyusunan rencana pekerjaan maupun dalam pelaksanaan pekerjaan seseorang hendaknya memprioritaskan pekerjaan berdasarkan kepentingan, bukan berdasarkan urutan waktu. Apabila kita lebih mengutamakan pekerjaan yang mendesak daripada pekerjaan yang penting, hal tersebut malah kita akan semakin terperangkap pada dituntut pekerjaan penting yang mendesak dan memaksa.

D.    SIMPULAN DAN SARAN

1.      Simpulan

Penelitian ini secara umum dapat disimpulkan bahwa dalam memanajemen waktu Kepala SD Negeri 05 Bingin Kuning merencanakan pelaksanaan kegiatan mengacu  kepada program  kinerja kepala sekolah baik program kerja tahunan dan semester. Dari program semester dijabarkan dalam program bulanan, mingguan serta harian. Dalam menentukan prioritas pekerjaan kepala sekolah menetapkan berdasarkan urutan waktu, tidak berdasarkan urutan kepentingan.

2.      Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, penulis menyarankan kepada: (a) Kepala Sekolah agar dapat memanajemen waktu yang tersedia dalam bekerja di sekolah untuk meningkatkan efektivitas penggunaan waktu; (b) Guru diharapkan disiplin waktu dalam bekerja sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai dengan target dan rencana pembelajaran yang telah disusun; (c) Dinas Diknas dalam menyusun kalender akademik dan perencanaan rangkaian kegiatan yang melibatkan pihak sekolah hendaknyak  berkoordinasi dengan kepala sekolah sehingga tidak terjadi tumpang tindih dengan kegiatan yang disusun oleh sekolah; (d) Pengawas Sekolah disarankan untuk dapat melaksanakan pembinaan terhadap kepala sekolah terkait pelaksanaan kegiatan yang menjadi tanggung jawabnya; (e) Peneliti selanjutnya diharapkan dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan referensi untuk melaksanankan penelitian tentang manajemen waktu; (f) Pembaca yang budiman hendaknya menyadari betapa pentingnya manajemen waktu dalam kehidupan sehingga setiap pekerjaan yang akan dilakukan dapat terlaksana dengan baik.

DAFTAR PUSTAKA

 Astuti, Yuni. 2003. Manajemen Waktu. Pusat Pengembangan Bahan Ajar-Universitas Mercu Buana

Arikunto, Suharsimi . 1989. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Bulan Bintang

Bogdan, Robert C. & Sari KnoppBiklen. 1982. Qualitative for Educational An Introduction to Theory and Methods. Boston Allya and Bacon, Inc

Djohar, Setiadi. 2000. Manajemen Waktu. Agrimedia-VOLUME 6, No. 1-Maret 2000

Everard, Morris and Wilson, K.B. 2004. Effective School Management. Fourth Edition. London: Paul Chapman Publishing

Farawahida Bte Abd. Hamid. 2005. The Practice of Time Management (A Survey Among Secondary School Principals in The District of Kluang, Johor). Malaysia: Thesis Master of Education (Educational Administration) Institute of Education International Islamic University

Fathya, Ridza. 2009. Perencanaan dan Pengorganisasian Waktu. http://keluargasehat.blogdrive.com/archive/3.html (Diundah tanggal 27 Juli 2011 pukul 01:06 AM)

Kusumah, Wijaya. 2011. Lima Tips Manajemen Waktu yang Efektif. http://edukasi.kompasiana.com/2011/03/08/lima-tips-manajemen-waktu-yang-efektif. (Diundah tanggal 21 Juli 2011 pukul 12:17 AM)

Muhaemin. 2008. Manajemen Waktu, Kunci Utama Mencapai Sukses. http://muhaemin.blogspot.com/ (Diundah tanggal 10 Juli 2011 pukul 11:23 AM)

Siagian, Togap. 2005. Membangun Perilaku Time Management. http://leadership-id.blogspot.com/2005/12/membangun-perilaku-time-management (Diundah tanggal 21 Juli 2011 pukul 12:39 AM)

Sukmadinata, Nana Syaodih. 2010. Metode Penelitian Pendidikan. Cetakan Keenam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Toha, Muhammad. 2009. Manajemen Waktu dalam Pendidikan: Konsep dan Strategi. http://tohacenter.blogspot.com/2009/09/manajemen-waktu-dalam-pendidikan-konsep.html. (Diundah tanggal 26 Juli 2011 pukul 11:58 PM)

Wikipedia. 2011. Time Management. http://en.wikipedia.org/wiki/Time_management. (Diundah tanggal 21 Juli 2011 pukul 08:25 PM)

Zban, Gregg. 2011. Time Management For School. http://ezinearticles.com/?Time-Management-For-School&id=1652738. (Diundah tanggal 21 Juli 2011 pukul 01:50 PM)

About these ads

Tentang Dayat Chem

Putra Ramatuan Rambut ikal tapi ganteng githu loe
Tulisan ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Manajemen Waktu Kepala Sekolah

  1. terima kasih sangat bermanfaat, fokus nya apa saja ya???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s