UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME


UPAYA GURU DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME

(Studi Deskriptif Kualitatif di SMP Negeri 1 Bingin Kuning Lebong)

By Yepi Yunita, M.Pd

ABSTRACT

THE TEACHER TO IMPROVING THE PROFESSIONALISM

(Qualitative Descriptive Study in Public Junior High School 01 Bingin Kuning Lebong Regency)

The general purpose of this research was to describe the efforts of teachers Public Junior High School 01 Bingin Kuning Lebong Regency in enhancing professionalism. Specifically, this research was to describe: professionalism of teachers in the field of learning; professionalism of teachers in the field of scientific work; professionalism in the field support duties as a teacher; factors inhibiting and supporting the professionalism of teachers. The research method used is descriptive qualitative. The result of this research show that the professionalism of teachers at Public Junior High School 01 Bingin Kuning needs to be improved especially in the ability to write scientific papers, while the efforts made by teachers and schools are good enough to oblige the teacher training, upgrading, delibertion subject teachers, and enterprising read and always strive to develop professionalism.

Keywords: professionalism, effort, teacher

A. PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang

Upaya peningkatan kualitas pendidikan dari tahun ke tahun selalu menjadi program pemerintah. Salah satunya dengan ditetapkannya UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan dijelaskan lebih lanjut dalam Peraturan Pemerintah No. 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Kualitas pendidikan ditentukan oleh  penyempurnaan integral dari seluruh komponen pendidikan seperti kualitas guru, penyebaran guru yang merata, kurikulum, sarana dan prasarana yang memadai, suasanan PBM yang kondusif, dan kualitas guru yang meningkat dan didukung oleh kebijakan pemerintah. Guru merupakan titik sentral peningkatan kualitas pendidikan yang bertumpu pada kualitas proses belajar mengajar. Oleh sebab itu peningkatan profesionalisme guru merupakan suatu keharusan.

Guru profesional tidak hanya menguasai bidang ilmu, bahan ajar, dan metode yang tepat, akan tetapi mampu memotivasi peserta didik, memiliki keterampilan yang tinggi dan wawasan yang luas terhadap dunia pendidikan. Profesionalisme guru secara konsinten menjadi salah satu faktor terpenting dari mutu pendidikan. Guru yang profesional mampu membelajarkan murid secara efektif sesuai dengan kendala sumber daya dan lingkungan. Namun, untuk menghasilkan guru yang profesional juga bukanlah tugas yang mudah. Perkembangan kualitas lembaga pendidikan yang bertugas mengembangkan ilmu pengetahuan berkaitan erat dengan perkembangan profesionalisme guru. Tantangan yang dihadapi dalam bidang manajemen, selama ini tampak bahwa sebagian besar lembaga pendidikan  belum dikelola secara memadai, untuk mengadakan upaya profesionalisme umumnya masih sangat rendah.

Bertolak dari keadaan itulah, penulis tertarik untuk meneliti bagaimana upaya peningkatan profesionalisme guru di SMPN 1 Bingin Kuning Lebong.

  1. Rumusan Masalah

Rumusan Masalah secara khusus, yaitu:

  1. Bagaimana upaya guru dalam meningkatkan profesionalisme  di bidang pembelajaran?
  2. Bagaimana upaya guru dalam meningkatkan profesionalime di bidang karya ilmiah?
  3. Bagaimana upaya guru dalam meningkatkan profesionalisme di bidang penunjang tugas sebagai guru?
  4.  Apa saja faktor pendukung dan penghambat untuk meningkatkan profesionalisme guru?

Rumusan Masalah secara umum yaitu bagaimana upaya guru dalam  meningkatkan profesionalismenya?

  1. Tujuan Penelitian

Sesuai dengan latar belakang dan rumusan masalah yang dikemukakan di atas, maka tujuan penelitian  ini dapat dibagi menjadi dua tujuan umum dan khusus.Tujuan umum

Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan usaha guru dalam mengembangkan dirinya sehingga menjadi guru yang profesional.

Tujuan Khusus

Tujuan khusus penelitian ini adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mendeskripsikan bagaimana profesionalisme guru dalam bidang pembelajaran.
  2. Untuk mendeskripsikan bagaimana  profesionalisme guru dalam bidang karya ilmiah.
  3. Untuk mendeskripsikan bagaimana profesionalisme guru di bidang penunjang tugas sebagai guru.
  4. Untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat dalam meningkatkan profesionalisme guru.

B. METODE PENELITIAN

  1. Rancangan Penelitian

Sesuai dengan permasalahan yang diteliti dan tujuan penelitian tang telah ditetapkan maka metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriftip kualitatif. Menurut Semi (1990:23) penelitian kualitatif adalah penelitian yang dilakukan dengan tidak mengutamakan pada angka-angka, tetapi mengutamakan kedalaman penghayatan terhadap interaksi antar konsep yang sedang dikaji secara empiris.

2. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi adalah studi yang disengaja dan sistematis tentang fenomena sosial dan gejala-gejala psikis dengan jalan pengamatan data pencatatan.

Dalam hal ini penulisan menggunakan metode observasi langsung, yaitu akan mengadakan dan pencatatan dalam situasi yang sebenarnya. Wawancara atau interview adalah suatu percakapan atau tanya jawab lisan antara dua orang atau lebih yang duduk berhadapan secara fisik dan diarahkan pada suatu masalah. Wawancara dipandang cocok untuk mengumpulkan data dalam  penelitian ini,  Keterangan dari subjek dapat digunakan untuk mengungkapkan pengalaman yang dialami oleh subjek penelitian pada masa lampau maupun yang dialami saat ini. Dokumentasi adalah mencari data mengenai ha-hal atau variabel yang berupa catatan, transkib, buku-buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen, agenda dan sebagainya (Arikunto 2002:206) Maksud dari metode dokumen ini adalah metode pengumpulan data dengan cara mengutip pada tulisan atau catatan-catatan tertentu yang dapat memberikan bukti atau keterangan tentang satu peristiwa. Dalam hal ini penulis juga menggunakan foto untuk membuat dokumen, Menurut Nasution (1989:87) mengatakan foto bukan sekedar gambar, banyak hal yang dapat dikorek dari foto itu bila kita berusaha untuk memperhatikan dengan cermat dalam usaha untuk memahaminya lebih mendalam.

3. Teknis Analisis Data

Analisis data dimaksudkan untuk menguji hipotesis yang telah diajukan. Teknik analisis yang digunakan untuk maksud tersebut adalah analisis kualitatif. Langkah-langkahnya adalah : Reduksi data yaitu semua data yang terekumpul akan diseleksi dan disesuaikan dengan data yang dibutuhkan untuk menjawab permasalahan penelitian. Mentranskripsikan data yaitu Data yang diperoleh dari hasil wawancara dan observasi akan dimuat dalam transkripsi data, dan  menarik kesimpulan.

C. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

1. Profesionalisme Guru dalam Bidang Pembelajaran

Berdasarkan hasil temuan peneliti di bidang pembelajaran bahwa guru sudah melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya dan sesuai dengan prosedur umum pembelajaran seperti:

1. Kegiatan pendahuluan pembelajaran.

Menciptakan kondisi awal pembelajaran, menciptakan semangat dan kesiapan belajar, menciptakan suasana demokrasi dalam belajar, upaya ini dapat diwujudkan melalui cara, dan teknik yang digunakan guru dalam mendorong siswa agar berkreatif, dalam belajar dan mengembangkan keunggulan yang dimiliki siswa, Malaksanakan apersepsi dan penilaian kemampuan awal siswa.

2.      Kegiatan Inti Pembelajaran

Kegiatan inti dalam pembelajaran memegang peranan penting untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dalam kurikulum.

Langkah-langkah kegiatan inti dalam pembelajaran meliputi: memberikan tujuan/topik pelajaran yang akan dibahas, menyampaikan alternatif kegiatan belajar yang harus ditempuh oleh siswa, membahasa/menyajikan materi pelajaran.

3. Kegiatan Akhir Pembelajaran

Kegiatan-kegiatan yang harus dilaksanakan dalam kegiatan akhir dan tindak lanjut pembelajaran adalah: Melaksanakan penilaian akhir, mengkaji hasil penilaian akhir, melaksanakan kegiatan tindak lanjut, alternatif kegiatan diantaranya: memberikan tugas akhir atau latihan-latihan, menjelaskan kembali bahan pelajaran yang dianggap sulit oleh siswa, memberikan motivasi/bimbingan belajar, mengemukankan topik bahasan yang akan datang, menutup pelajaran.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa profesionalisme di bidang pembelajaran harus menekankan pada proses pembelajaran di mana guru merupakan tokoh utama dalam kegiatan tersebut, dalam proses pembelajaran harus memenuhi dan memperhatikan  prosedur umum seperti kegiatan pendahuluan, kegiatan inti pembelajaran, kegiatan akhir dan tindak lajut dalam pembelajaran.

2.  Profesionalisme Guru di Bidang Karya Ilmiah

Dari hasil penelitian menunjukkan masih  rendahnya kemampuan guru dalam membuat karya ilmiah.  ada beberapa strategi yang ditawarkan  dalam rangka melakukan gerakan menulis di kalangan guru baik di SMPN 1 Bingin Kuning khususnya maupun di Indonesia umumnya yaitu tingkatkan pelatihan menulis karya ilmiah, berlangganan majalah ilmiah/jurnal,  menerbitkan majalah ilmiah/jurnal, tingkatkan frekuensi penyelenggaraan lomba menulis karya ilmiah dalam bidang pendidikan, tingkatkan motivasi guru dalam menulis karya ilmiah

Aktivitas menulis karya ilmiah di kalangan guru memerlukan adanya motivasi dari guru. Tanpa adanya motivasi dari dalam diri guru itu sendiri niscaya upaya menulis karya ilmiah di kalangan guru sulit membuahkan hasil yang memadai.  Logikanya dengan adanya program sertifikasi guru seperti sekarang ini guru sepatutnya sudah termotivasi untuk rajin menulis. Namun hingga sat ini, motivasi menulis karya ilmiah di kalangan guru si SMPN 1 Bingin Kuning masih tergolong rendah. Oleh sebab itu, salah satu cara meningkatkan motivasi guru untuk menulis karya ilmiah dalam upaya meningkatkan profesionalisme guru adalah dengan menjadikan prestasi lomba menulis karya ilmiah sebagai salah satu pertimbangan penting dalam pengisian lowongan jabatan tertentu di lingkungan sekolah maupun di lingkungan dinas pendidikan mulai dari tingkat kecamatan, tingkat kabupaten, tingkat provinsi, bahkan sampai ke tingkat nasional.

3. Profesionalisme  di bidang Penunjang Tugas sebagai Guru

Dari hasil temuan peneliti di lapangan bahwa para guru telah melaksanakan tugas baik sebagai wali kelas maupun sebagai pembimbing konseling dengan sangat baik. Hal ini sesuai dengan tugas dan tanggung jawab guru sebagai pengajar adalah guru sebagai pemgajar lebih menekankan pada tugas dalam merencanakan dan melaksanakan pengajaran. Dalam hal ini guru dituntut memiliki seperangkat pengetahuan dan ketrampilan teknis mengajar. Di samping menguasai ilmu atau bahan yang akan diajarkan. Guru sebagai pembimbing tugas dan tanggung jawab guru sebagai pembimbing memberi tekanan kepada tugas memberikan bantuan kepada siswa dalam memecahkan masalah yang dihadapinya. Tugas ini merupakan aspek memdidik sebab tidak hanya berkenan dengan penyampaian ilmu pengetahuan, melainkan juga menyangkut pembinaan pada kepribadian dan pembentukan nilai-nilai para siswa. Guru sebagai administrator, Guru sebagai pengembang kurikulum tanggung jawab guru dalam hal ini ialah berusaha untuk mempertahankan apa yang sudah ada serta mengadakan penyempurnaan prakrik mengajar agar hasil belajar siswa dapat ditingkatkan, Guru bertugas mengembangkan profesi. Guru harus tumbuh dan berkembang secara profesional, akan mampu menciptakan situasi belajar-mengajar dinamis di kelas dan di luar kelas/sekolah, Guru bertugas untuk membina hubungan dengan masyarakat. Tanggung jawab dalam membina hubungan dengan masyarakat berarti guru harus dapat berperan aktif mewujudkan dan membina kerjasama dengan semua pihak yang ikut bertanggung jawab terhadap proses pendidikan anak-anak.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa banyak sekali tugas dan tanggung jawab guru yang harus diemban. Sebagai seorang pembimbing konseling dan wali kelas, guru  harus bisa memahami perkembangan siswa, guru harus bisa menjadi teman dan sekaligus orang tua bagi siswa.

4. Faktor  Pendukung dan Penghambat dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru

a. Faktor Pendukung

Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa faktor pendukung dalam meningkatkan profesionalisme guru adalah, kesejahteraan guru (kenaikan gaji) tunjangan sertifikasi dan penghargaan-penghargaan.

Usaha untuk meningkatkan profesionalisme guru juga bisa dilakukan melalui peningkatan kesejahteraan guru, dalam hal ini gaji merupakan salah satu sumber kepuasan kerja. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan memberikan kesejahteraan guru dapat memberikan motivasi kepada guru untuk meningkatkan profesionalismenya.

Selain peningkatan kesejahteraan guru, tunjangan sertifikasi juga bisa memberikan motivasi kepada guru untuk meningkatkan profesionalismenya. Sertifikasi merupakan proses pemberian sertifikat pendidik untuk guru. Sertifikasi bagi guru prajabatan dilakukan melalui pendidikan profesi di LPTK yang terakreditasi dan ditetapkan pemerintah, diakhiri dengan uji kompetensi. Sedangkan, sertifikasi guru dalam jabatan dilakukan sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007, yakni dilakukan dalam bentuk potofolio.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peningkatan kesejateraan guru, tunjangan serifikasi dan penghargaan-penghargaan yang diberikan kepada guru dapat memotivasi guru dalam meningkatkan profesionalismenya.

b. Faktor Penghambat

Dari hasil penelitian dan wawancara dengan responden dapat diketahui bahwa faktor penghambat dalam meningkatkan profesionalisme guru yaitu, sarana prasarana yang kurang memadai, pembiayaan yang kurang dan faktor dari dalam diri guru itu sendiri yang enggan mengembangkan potensinya.

Sebagai guru yang profesional, mereka tidak akan mempersoalkan hambatan yang ada, melainkan mereka akan selalu berupaya untuk meningkatkan profesionalismenya dalam berbagai bidang. Semua faktor-faktor penghambat tersebut bisa diatasi jika semua pihak mau bekerja keras dan bekerja sama.

5. Upaya Guru dalam Meningkatkan Profesionalisme

Hasil penelitian menunjukan bahwa upaya guru dalam meningkatkan profesionalismenya adalah dengan mengikuti kegiatan MGMP, penataran, pelatihan-pelatihan. Hal ini senada dengan yang dijelaskan oleh Halimah (2008:72) ada beberapa alternatif  pengembangan profesi yang dapat dilakukan guru, yaitu: Program-program penataran atau kursus-kursus, kegiatan ilmiah-ilmiah, pendidikan lanjutan.

Untuk meningkatkan profesionalisme guru, pihak sekolah mewajibkan para guru mengikuti Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) baik di tingkat kecamatan maupun kabupaten. Selain itu sikap pro-aktif dari guru dalam mengembangkan wawasan kependidikan sesuai dengan bidangnya, ini dapat dilakukan dengan keikutsertaan guru dalam pelatihan-pelatihan yang telah ditetapkan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya manusia itu selalu ingin tumbuh dan berkembang dalam pekerjaan dan jabatannya. Dalam hal ini, guru dapat meningkatkan profesionalismenya dengan mengikuti kegiatan yang dapat meningkatkan kemmpuannya dalam menjalankan profesinya sebagai guru melalui peningkatan pengetahuan, ketrampilan, anatara lain mengikuti penataran, lokakarya, seminar, atau kegiatan ilmiah lainnya, maupun upaya informal melalai media massa televisi, radio, koran, majalah, jurnal pendidikan, maupun peublikasi lainnya.

D. SIMPULAN, IMPLIKASI, DAN SARAN

  1. Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian, temuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Profesionalisme guru dibidang pembelajaran. Guru mengajar sesuai dengan latar pendidikan mereka masing-masing  sehingga pembelajaran berjalan dengan efektif dan efisien. Profesionalisme guru dalam bidang karya ilmiah  masih kurang/rendah. Penyebab rendahnya kemampuan guru dalam menulis karya ilmiah, yaitu: (1) kurangnya pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan guru dalam menulis karya ilmiah (2)  terbatasnya sarana bacaan ilmiah terutama yang berupa majalah ilmiah atau jurnal, (3) belum tersedianya majalah atau jurnal di lingkungan sekolah atau dinas pendidikan kabupaten yang bisa menampung tulisan para guru, (4) masih terbatasnya penyelenggaraan lomba menulis karya ilmiah yang diselenggarakan oleh dinas pendidikan baik pada tingkat nasional,  tingkat provinsi maupun pada tingkat kabupaten, dan (5) masih rendahnya motivasi guru untuk mengikuti lomba menulis karya ilmiah. Profesionalisme dalam bidang penunjang  tugas guru sebagai wali kelas dan guru sebagai pembimbing konseling. Guru sering memberikan bimbingan dan penyuluhan secara intensif kepada siswa dalam rangka upaya menemukan pribadi, mengenal lingkungan dan merencanakan masa depan. Sedangkan faktor penghambat dalam meningkatkan profesionalisme guru yaitu: sarana prasarana yang kurang memadai, minimnya pendanaan dan faktor dari dalam diri guru itu sendiri, misalnya: kemampuan dasar guru yang sifatnya heterogen, dan kemampuan dasar guru yang minim tentang penelitian, kurangnya motivasi untuk meningkatkan profesioalismenya. Sedangkan faktor pendukung dalam meningkatkan profesionalisme guru adalah adanya peningkatan kesejahteraan guru (gaji), tunjangan sertifikasi dan penghargaan-penghargaan. Upaya Guru dalam meningkatakan Profesionalisme yaitu: (1) mengikuti kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP), mengikuti penataran-penataran, mengikuti pelatihan-pelatihan, membaca buku

Berdasarkan temuan tersebut, dapat ditarik simpulan bahwa profesionalisme di SMPN 1 Bingin Kuning perlu ditingkatkan khususnya dalam kemampuan menulis karya ilmiah. Sedangkan upaya yang dilakukan oleh  para guru yaitu mengikuti pelatihan, penataran, MGMP, dan giat membaca dan selalu berupaya untuk mengembangkan profesinalismenya.

  1. Saran

Penelitian ini hanya membahas sebagian kecil upaya dalam meningkatkan profesionalisme guru, masih banyak lagi permasalahan lain yang menarik untuk dilakukan penelitian mengenai masalah yang ada, maka saran yang dapat penulis berikan yaitu:

  1. Guru diharapkan dapat secara terus-menerus meningkatkan profesionalismenya.
  2. Guru berperan aktif dalam upaya peningkatan profesionalismenya
  3. Pihak sekolah memberikan dukungan kepada guru-guru untuk mengikuti pelatihan, penataran dan MGMP serta kegiatan pendidikan yang lain.
  4. Pihak sekolah dan pemerintah mengalokasikan dana kesejahteraan bagi guru secara proporsional.
  5. Guru melaksanakan tugas dan kewajiban dengan penuh keikhlasan, tanggung jawab dan bukan menjadi beban.

 DAFTAR PUSTAKA

Ametembun, N.A. 1981. Supervisi Pendidikan, Petunjuk Pendidikan terhadap Profesional terhadap Pengawas, Kepala Sekolah dan Guru. IKIP Bandung.

Aqib, Zainal. 2002. Profesionalisme Guru dalam Pembelajaran. Surabaya: Insan Cendikia.

Hayani, 2004. Manajemen Pengembangan Mutu Profesionalisme Guru di SMP Negeri 9 Binjei, Tesis, Medan.

Jamal Ma’rur, Asmani. (2009). Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif dan Inovatif. Yogyakarta: Diva Pres.

Tilaar. 2000. Membenahi Pendidikan Nasional. PT Rineka Cipta.

Yulaelawati, Ella. 2009. Kurikulum dan Pembelajaran Filosofi Teori dan Aplikasi. Pakar Raya.

About these ads

Tentang Dayat Chem

Putra Ramatuan Rambut ikal tapi ganteng githu loe
Tulisan ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s