INOVASI MANAJEMEN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER


INOVASI MANAJEMEN KEGIATAN EKSTRAKURIKULER

(Studi Deskriptif Kualitatif di SMP Negeri 02 Bingin Kuning

Kabupaten Lebong)

By Sri Nanti, M.Pd

ABSTRACT

 INNOVATION MANAGEMENT EXTRACURRICULAR ACTIVITIES

(Qualitative Descriptive Study in Public Junior High School 02 Bingin Kuning Lebong Regency)

The general objective of this study was to describe the extracurricular activities of management innovation in Public Junior High School 02 Bingin Kuning Lebong Regency. In particular, this study aims to describe: innovation Scouts extracurricular activities; innovation extracurricular arts activities; innovation of extracurricular activities sports; innovation religious extracurricular activities. The research method used is descriptive qualitative. The result of this research show that the management of innovation in extracurricular activities in school is necessary in the implementation and development activities. Innovation committed in extracurricular activities can be done in terms of program activities, organizational structure, schedule of activities, administrative organization, facilities and infrastructure, and financing.

Keywords: extracurricular, innovation, management

A.    PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang

SMP Negeri 2 Bingin Kuning Kabupaten Lebong adalah salah satu sekolah lanjutan tingkat pertama satu atap bertempat di Desa Karang Dapo Atas Kecamatan Bingin Kuning Kabupaten Lebong yang baru berdiri pada tahun 2005, karena baru berdiri sehingga belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai.

Untuk menarik minat siswa Sekolah Dasar (SD) untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP), maka diperlukan strategi dan inovasi manajemen dengan menonjolkan kegiatan ekstra sekolah yaitu kegiatan ekstrakurikuler pramuka, kesenian, olahraga dan keagamaan dengan tetap mengedepankan mutu kegiatan pembelajaran di kelas.

Berdasarkan observasi awal peneliti di SMP Negeri 2 Bingin Kuning, kegiatan ekstrakurikuler pramuka, kesenian, olahraga dan keagamaan berjalan dengan aktif dan dikelola oleh pembina yang profesional di bidangnya, namun hal tersebut belum menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler merupakan sesuatu yang menonjol yang patut menjadi suatu kebanggan sekolah, meskipun pernah memenangi even-even yang diikuti di luar kabupaten. Hal ini dikarenakan belum dikelola dengan inovasi manajemen yang baik sehingga terkesan monoton. Seharusnya kegiatan ekstrakurikuler yang menjadi kebanggaan serta untuk menarik minat siswa bersekolah di sana harus dikelola dengan inovasi manajemen yang profesional, sehingga kegiatan berjalan dengan sebagaimana mestinya.

Namun demikian apabila dibandingkan dari tahun 2005 sampai dengan tahun 2010, pengelolaan kegiatan ektrakurikuler pramuka, kesenian, olahraga dan keagamaan di SMP Negeri 2 Bingin Kuning telah melakukan inovasi dari tahun ke tahun sebagai upaya perbaikan terhadap mutu kegiatan ekstrakurikuler baik dari segi program, sarana dan prasarana dan pembiayaan.

2.      Rumusan Masalah

Rumusan masalah secara umum dalam penelitian ini adalah bagaimana inovasi manajemen kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 2 Bingin Kuning Kabupaten Lebong? Sedangkan secara khusus, rumusan masalah adalah: (a) bagaimana inovasi kegiatan ekstrakurikuler pramuka? (b) bagaimana inovasi kegiatan ekstrakurikuler kesenian? (c) bagaimana inovasi kegiatan ekstrakurikuler olahraga? (d) bagaimana inovasi kegiatan ekstrakurikuler keagamaan?

3.      Tujuan Penelitian

Beranjak dari pertanyaan penelitian yang telah dirumuskan dalam rumusan masalah tersebut di atas, maka penelitian ini memiliki tujuan secara umum yaitu untuk mendeskripsikan inovasi manajemen kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 2 Bingin Kuning Kabupaten Lebong. Secara khusus penelitian bertujuan: (a) untuk mendeskripsikan inovasi manajemen kegiatan ekstrakurikuler pramuka; (b) untuk mendeskripsikan inovasi kegiatan ekstrakurikuler kesenian; (c) untuk mendeskripsikan inovasi kegiatan ekstrakurikuler olahraga; (d) untuk mendeskripsikan inovasi kegiatan ekstrakurikuler keagamaan.

B.     METODE PENELITIAN

1.      Rancangan Penelitian

Penelitian studi kasus ini menggunakan penelitian pendekatan kualitatif. Menurut Poerwandari (1998:74) penelitian kualitatif  adalah penelitian yang menghasilkan dan mengolah data yang sifatnya deskriptif, seperti transkripsi wawancara , catatan lapangan, gambar, foto rekaman video dan lain-lain.

Dalam penelitan kualitatif perlu menekankan pada pentingnya kedekatan dengan orang-orang dan situasi penelitian, agar peneliti memperoleh pemahaman jelas tentang realitas dan kondisi kehidupan nyata.( Patton dalam Poerwandari, 1998:76)

2.      Subyek Penelitian

Adapun subyek penelitian yang akan diteliti adalah wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan kesiswaan, guru pembina kegiatan, organisasi siswa (OSIS) dan pihak lain yang terkait dengan penelitian.          

3.      Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data yaitu wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Wawancara diajukan kepada wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan kesiswaan, guru pembina kegiatan, organisasi siswa (OSIS) dan apabila diperlukan diajukan pertanyaan pengutan kepada siswa. Observasi dilakukan untuk mengamati secara langsung kegiatan ekstrakurikuler, oleh karena itu peneliti terlibat langsung dalam kegiatan tersebut. Studi dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen yang sesuai dengan tujuan dan fokus masalah.

4.      Teknik Analisis Data

Langkah-langkah pengumpulan dan analisis data adalah peneliti memulai wawancara dengan beberapa informan yang telah dipilih untuk kemudian dilanjutkan dengan member check. Pengumpulan data melalui interview dilengkapi dengan data pengamatan dan data dokumen (triangulasi). Sementara pengumpulan data terus berjalan, analisis data mulai dilakukan, dan keduanya terus dilakukan berdampingan sampai tidak ditemukan data baru lagi.

Data yang terkumpul diorganisasi supaya mempermudah dalam menganalisis nantinya. Data dikelompokkan berdasarkan kategori, tema dan pola jawaban. Selanjutnya menguji asumsi atau permasalahan yang ada terhadap data untuk dicari alternatif penjelasan bagi data. Setelah data yang terkumpul melalui tahapan tersebut dan ditemukan analisis data untuk menjawab pertanyaan penelitian, selanjutnya disajikan dalam bentuk laporan hasil penelitian.

C.    HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

1.      Inovasi Kegiatan Ekstrakurikuler Pramuka

Berdasarkan hasil penelitian, penulis mengemukakan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam inovasi manajemen kegiatan ekstrakurikuler pramuka sebagai nilai pragmatis dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

Pertama, program kegiatan hendaknya disusun melalui rapat dewan guru bersama kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan kesiswaan. Program yang direncanakan secara mendetil, dijabarkan dalam program kegiatan semester, kegiatan bulanan dan kegiatan mingguan, berikut tanggal pelaksanaan dan target pencapaiannya.

Kedua, pelaksanaan latihan pramuka mengacu kepada progam yang telah disusun sesuai dengan periode tertentu. Latihan minimal dilaksanakan sekali seminggu ditambah dengan waktu lain sesuai dengan kesepakatan anggota, khusus untuk persiapan melaksanakan kegiatan atau perlombaan latihan lebih diintensifkan lagi.

Ketiga, pembina pramuka dipilih dari tenaga pendidik atau tenaga kependidikan yang benar-benar memiliki kecakapan khusus tentang kepramukaan serta memiliki loyalitas yang tinggi terhadap keberlangsungan kegiatan melalui rapat setiap awal tahun pelajaran.

Keempat, untuk mengembangkan ide kreatif dan inovatif dalam mengelola organisasi pramuka, hendaknya pembina pramuka diberikan kewenangan dan tanggung jawab sepenuhnya. Kelima, memiliki kelengkapan administrasi gerakan pramuka seperti buku induk, buku tamu, buku inventaris, buku risalah rapat/pertemuan, buku keuangan dan iuran, buku ekspedisi, buku kegiatan/latihan, buku harian, log book, agenda surat dan buku sejarah dan perkembangan kegiatan.

Keenam, pembina diwajibkan membuat laporan secara berkala setiap satu semester yang ditujukan kepada kamabigus.

Ketujuh, pihak sekolah komitmen terhadap penyediaan sarana dan prasarana termasuk pembiayaan untuk kegiatan ekstrakurikuler pramuka yang terus meningkat setiap tahunnya.

Kedelapan, dalam hal pengelolaan anggota, pembina diharapkan membentuk lebih dari satu regu inti untuk putra dan putri. Hal ini dimaksudkan agar memperbesar peluang anggota untuk dapat terpilih dalam regu inti, dengan demikian motivasi dan semangat berkompetisi antar anggota semakin meningkat.

2.      Inovasi Kegiatan Ekstrakurikuler Kesenian

Berdasarkan hasil penelitian, penulis mengemukakan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam inovasi manajemen kegiatan ekstrakurikuler kesenian sebagai nilai pragmatis dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

Pertama, pembina ditunjuk melalui rapat dari tenaga pendidik atau tenaga kependidikan yang benar-benar memiliki kecakapan dalam bidang kesenian, tidak mesti mengacu kepada guru yang membidangi mata pelajaran Seni Budaya dan Keterampilan.

Kedua, pembina yang ditunjuk hendaknya mengajukan draf program kerja yang dibahas bersama kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum dan kesiswaan, dewan guru, serta perwakilan dari pengurus OSIS. Keterlibatan pengurus OSIS dimaksudkan agar dapat menyesuaikan bakat dan minat siswa terhadap jenis kesenian yang ditawarkan.

Ketiga, dalam pelaksanaan latihan diharapkan dapat melibatkan peserta senior untuk dapat membantu melatih peserta yang baru bergabung, kecuali untuk teori dan praktik dasar langsung ditangani oleh pembina.

Keempat, pembina agar diberikan kewenangan sepenuhnya terhadap pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler kesenian, termasuk kebijakan atas even yang akan diikuti serta kegiatan kesenian yang akan digelar melalui koordinasi dengan kepala sekolah.

Kelima, administrasi kegiatan harus lengkap, yaitu buku induk, buku inventaris barang, buku rapat, buku keuangan dan buku kegiatan latihan.

Keenam, disamping membuat laporan pada akhir tahun pelajaran guna melaporkan kegiatan dan keuangan, hendaknya pembina membuat laporan kegiatan program yang telah dilaksanakan.

Ketujuh, berhubung kegiatan ekstrakurikuler kesenian sebagian besar adalah praktik yang membutuhkan peralatan yang memadai, agar sekolah menyediakan peralatan tersebut.

3.      Inovasi Kegiatan Ekstrakurikuler Olahraga

Berdasarkan hasil penelitian, penulis mengemukakan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam inovasi manajemen kegiatan ekstrakurikuler olahraga sebagai nilai pragmatis dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

Pertama, dalam menyusun program kerja serta jadwal kegiatan dikoordinasikan dengan bidang kurikulum dan kesiswaan, agar dalam pelaksanaan kegiatan tidak tumpang tindih dengan pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler yang ada serta kegiatan pelajaran tambahan. Dengan demikian siswa dapat mengikuti beberapa kegiatan ekstrakurikuler, termasuk olahraga.

Kedua, jenis olahraga yang diajarkan hendaknya disesuaikan dengan minat dan bakat siswa.

Ketiga, agar siswa benar-benar menguasai suatu cabang olahraga, peserta kegiatan ekstrakurikuler olahraga disarankan hanya fokus pada satu cabang olahraga.

Keempat, kegiatan yang dilaksanakan agar disesuaikan dengan program dan jadwal kegiatan yang telah disusun sebelumnya, sehingga waktu yang tersedia cukup efektif terkecuali ada persiapan khusus untuk mengikuti perlombaan.

Kelima, untuk mengembangkan ide kreatif pembina dalam upaya inovasi kegiatan olahraga, agar kepala sekolah memberikan kewenangan sepenuhnya kepada pembina dalam memanajemen kegiatan.

Keenam, agar kegiatan yang diikuti dan digelar semakin banyak, diharapkan pihak sekolah menyediakan dana yang cukup.

Ketujuh, penyediaan sarana dan prasarana sangat diperlukan dalam pengembangan minat dan bakat siswa dalam bidang olahraga.

4.      Inovasi Kegiatan Ekstrakurikuler Keagamaan

Berdasarkan hasil penelitian yang mendeskripsikan tentang inovasi kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, maka dapat dimaknai bahwa dalam manajemen kegiatan ekstrakurikuler keagamaan sangat diperlukan suatu inovasi agar kegiatan tidak monoton dan stagnan.

Sama seperti kegiatan ekstrakurikuler yang telah dijelaskan sebelumnya, dalam pengembangan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan juga perlu adanya inovasi dari segi program kerja yang disusun, struktur organisasi, jadwal kegiatan, administrasi organisasi, sarana dan prasarana, serta pembiayaan. Terkhusus untuk kegiatan ekstrakurikuler keagamaan penting diadakan inovasi kegiatan dari segi format pembelajaran, materi yang diajarkan, pemusatan tempat pelaksanaan, dan hubungan masyarakat.

Dari segi format pembelajaran hendaknya menggunakan metode yang bervariatif dan mengedepankan pembelajaran siswa aktif, jangan cuma menggunakan metode ceramah yang pada akhirnya akan membuat peserta bosan. Materi yang diajarkan juga hendaknya beragam, jangan cuma sekedar belajar baca tulis Al-Qur’an. Tempat kegiatan sebaiknya dipusatkan di musala sekolah sehingga terkesan lebih religius. Serta yang terpenting dalam kegiatan ekstrakurikuler adalah inovasi dalam menjalin hubungan masyarakat, terutama kepada tokoh agama setempat dan instansi keagamaan yang ada.

Dari deskripsi hasil penelitian di atas, maka dapat dilihat betapa penting penerapan inovasi manajemen dalam kegiatan ekstrakurikuler keagamaan di sekolah. Langkah-langkah yang dapat dilakukan sebagai kerangka berfikir dalam penerapannya adalah:

Pertama, program kerja disusun dengan terperinci mulai dari program tahunan sampai pada program mingguan berupa jadwal kegiatan;

Kedua, dalam pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler keagamaan hendaknya menggunakan format pembelajaran yang bervariatif dengan mengedepankan keaktifan siswa, jangan cuma menggunakan metode ceramah;

Ketiga, kegiatan yang dilakukan diantaranya praktik bersuci, praktik shalat, latihan ceramah agama, jangan hanya sebatas kegiatan mengaji dan tadarus Al-Qur’an. Serta yang terpenting adalah menanamkan akhlak yang terpuji kepada peserta didik.

Keempat, hendaknya kegiatan ekstrakurikuler keagamaan dipusatkan di musala sekolah. Oleh karena itu sekolah harus mempunyai musala.

Kelima, administrasi kegiatan harus lengkap serta membuat laporan secara berkala. Keenam, adanya dukungan sarana dan prasarana serta pendanaan.

Keenam, menjalin kerjasama dengan tokoh agama, lembaga keagamaan dan Kementerian Agama.

D.    SIMPULAN DAN SARAN

1.      Simpulan

Penelitian ini secara umum dapat disimpulkan bahwa manajemen kegiatan ekstrakurikuler di SMP Negeri 02 Bingin Kuning Kabupaten Lebong telah dilakukan inovasi untuk mempermudah pelaksanaan dan mengembangkan kegiatan. Inovasi yang dilakukan dalam hal program, struktur, waktu, administrasi, sarana dan prasarana dan pembiayaan.

2.      Saran

Berdasarkan simpulan di atas, penulis menyarankan kepada: (a) pihak sekolah agar memiliki komitmen terhadap pelaksanaan dan keberlangsungan kegiatan ekstrakurikuler yang ada di sekolah. Dukungan dana dan sarana sangat menentukan kemajuan setiap ekstrakurikuler yang ada; (b) pembina kegiatan diharapkan mempunyai loyalitas yang tinggi terhadap kegiatan yang menjadi tangung jawab. Ide kreatif dan inovatif sangat diperlukan dalam manajemen kegiatan sehingga dapat berjalan dan berkembangan dengan baik; (c) kepada siswa disarankan untuk dapat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler agar dapat mengembangkan minat dan bakat yang ada serta sebagai wadah menemukan jati diri; (d) pihak yang terkait diharapkan dapat memberikan bantuan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

 

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1989. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Bulan Bintang

Arikunto, Suharsimi. 1995. Manajemen Penelitian. Jakarta: RajaGrafindo Persada

Bogdan, Robert C.& Sari KnoppBiklen. 198. Qualitative for Educational An Introduction to Theory and Methods. Boston Allya and Bacon, Inc

Danim, Sudarwan. 2002. Menjadi peneliti kualitatif. Bandung: Pustaka Setia

Farida, Mutia. 2010. Pembinaan Siswa dana Kegiatan Ekstrakurikuler (Studi Deskriptif Kualitatif di SMA Negeri Megang Sakti Kabupaten Musi Rawas. Bengkulu: Tesis Prodi Magister Administrasi/Manajemen Pendidikan PPs Universitas Bengkulu

Lexy. J Moleong. 1990, Nasution, S. 2004. Metode Research (Penelitian Ilmiah., Jakarta: PT Bumi Aksara

Pariyantini, Eka. 2010. Pengelolaan Ekstrakurikuler Kesenian (Studi Perbandingan antara Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 dengan Sekolah Menengah Pertama Negeri 3 Kepahiang). Bengkulu: Tesis Prodi Magister Administrasi/Manajemen Pendidikan PPs Universitas Bengkulu

Pengelola Blog. 2011. Landasan Teori Inovasi Pendidikan. http://inovasipendidikan.wordpress.com/2007/12/04/landasan-teori-inovasi-pendidikan/. (Diunduh tanggal 17 Juli 2011 jam 08:05 PM)

Ridwan. 2003. Dasar-Dasar Statistika. Bandung: Alfabeta

Sasongko, Rambat Nur; Dkk. 2011. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Penulisan Makalah, Referensi, dan Tesis). Bengkulu: Prodi MAMP PPs FKIP Universitas Bengkulu

Sudjana. 1982. Metode Statistika. Bandung: Tarsito

Supranto, J. 2000. Statistik Teori dan Aplikasi. Jakarta: Erlangga

Tim Penyusun. 2006. Panduan Pelaksanaan Pengembangan Diri. Jakarta: BSNP

Wati, Menda. 2010. Faktor Internal sebagai Pendukung Siswa Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah (Studi  Pada  SMA Negeri 9 Bandar Lampung). Bandar Lampung: Laporan Penelitian

Widiasari, Desi. 2010. Pengelolaan Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah (Studi kasus di SMA Kristen Petra Malang). Malang: Laporan Observasi Jurusan Administrasi Pendidikan FKIP Universitas Negeri Malang.

Yuri, Arief. 2009. Pentingnya Kegiatan Ekstrakurikuler. http://ariefyuri.blogspot.com/2009/03/pentingnya-kegiatan-ekstrakurikuler. (Diundah tanggal 29 Juli 2011 pukul 10:02 PM)

About these ads

Tentang Dayat Chem

Putra Ramatuan Rambut ikal tapi ganteng githu loe
Tulisan ini dipublikasikan di Artikel. Tandai permalink.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s