Manajemen Waktu Kepala Sekolah


MANAJEMEN WAKTU KEPALA SEKOLAH

(Studi Deskriptif Kualitatif di SD Negeri 05 Bingin Kuning Kabupaten Lebong)

Rahmat Hidayat

 Tesis Program Studi Magister Administrasi/Manajemen Pendidikan

Universitas Bengkulu


ABSTRACT

PRINCIPAL’S TIME MANAGEMENT

(Qualitative Descriptive study at Public Elementary School 05 Bingin Kuning Lebong Regency)

The general purpose of this research was to describe the time management of Principal of Public Elementary School 05 Bingin Kuning Lebong Regency.  In particular, this study aims to describe: principal’s perception about the importance of time management at work; the planning of principal’s time management; the Implementation of principal’s time management; principal’s work sector who has carrying out time management; the supervision of principal’s time management; problems and solutions principal’s time management. The research method used  is qualitative descriptive. The result of this research show that in time management principal is expected to have a positive perception about the importance of time management, in planning, the implementation and supervision of time management, he should determine working priority based on the necessity not time sequence.

Keywords: time management, principal

RINGKASAN

Rumusan masalah penelitian ini secara umum adalah bagaimana manajemen waktu kepala SD Negeri 05 Bingin Kuning Kabupaten Lebong? Sementara sub rumusan masalah terdiri atas: (1) bagaimana persepsi kepala sekolah tentang pentingnya manajemen waktu dalam bekerja? (2) bagaimana perencanaan manajemen waktu kepala sekolah? (3) bagaimana pelaksanaan manajemen waktu kepala sekolah? (4) dalam bidang pekerjaan apa kepala sekolah telah melaksanakan manajemen waktu? (5) bagaimana pengawasan manajemen waktu kepala sekolah? (6) bagaimana masalah dan solusi dalam manajemen waktu kepala sekolah?

Tujuan umum penelitian ini untuk mendeskripsikan manajemen waktu kepala SD Negeri 05 Bingin Kuning Kabupaten Lebong. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) persepsi kepala sekolah tentang pentingnya manajemen waktu dalam bekerja; (2) perencanaan manajemen waktu kepala sekolah; (3) pelaksanaan manajemen waktu kepala sekolah; (4) bidang pekerjaan kepala sekolah telah melaksanakan manajemen waktu; (5) pengawasan manajemen waktu kepala sekolah; (6) masalah dan solusi dalam manajemen waktu kepala sekolah.

Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Subyek penelitian adalah kepala SD Negeri 05 Bingin Kuning Kabupaten Lebong. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Data dianalisis dengan tahapan yaitu perencanaan, mulai pengumpulan data, pengumpulan data dasar, pengumpulan data penutup dan melengkapi.

Hasil penelitian ini secara umum menunjukkan bahwa dalam memanajemen waktu Kepala SD Negeri 05 Bingin Kuning merencanakan pelaksanaan kegiatan mengacu kepada program kinerja kepala sekolah baik program kerja tahunan dan semester. Dari program semester dijabarkan dalam program bulanan, mingguan serta harian. Dalam menentukan prioritas pekerjaan kepala sekolah menetapkan berdasarkan urutan waktu, tidak berdasarkan urutan kepentingan. Secara khusus hasil penelitian sebagai berikut:

Pertama, dalam manajemen waktu, kepala sekolah mempunyai persepsi yang positif terhadap arti penting dalam hal pengaturan waktu yang tersedia untuk bekerja di sekolah, menyadari sepenuhnya bahwa ketika waktu bekerja telah berlalu tidak akan mampu dikembalikan lagi.

Kedua, dalam perencanaan waktu kepala sekolah memperhatikan hal-hal sebagai berikut: (1) menghitung berapa banyak waktu yang dapat digunakan; (2) menentukan apa tujuan, target atau sasaran yang hendak dicapai dalam periode tertentu dan diuraikan dalam daftar kegiatan yang harus dilaksanakan (to do list); (3) kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan diuraikan dalam kurun waktu tertentu dilengkapi dengan durasi pelaksanaan kegiatan tersebut; (4) membuat evaluasi diri atas pelaksanaan kegiatan yang telah dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah direncanakan sebelumnya. (5) membuat suatu catatan revisi atau perbaikan yang perlu dilakukan di masa datang setelah mengevaluasi pemanfaatan waktu untuk dimasukkan sebagai bahan perbaikan pada rencana waktu yang baru.

Ketiga, dalam pelaksanaan manajemen waktu kepala sekolah konsisten terhadap perencanaan waktu yang telah disusun. Beliau mengusahakan untuk tidak melompat dari suatu pekerjaan ke pekerjaan lain ketika pekerjaan berikut waktu yang ditargetkan belum selesai. Mengupayakan seminimal mungkin untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat menyita waktu bekerja.

Keempat, sebagai pemimpin yang bijaksana, kepala sekolah melaksanakan bidang kegiatan yang berhubungan dengan manajemen waktu. Bidang pekerjaan yang membutuhkan perencanaan waktu, diantaranya: a) Rencana Strategis Sekoah (RSS); b) Rencana Pengembangan Sekolah (RPS) jangka panjang, menengah dan jangka pendek; c) pengelolaan kalender pendidikan; d) program tahunan; e) program semester; f) jadwal pelajaran; g) pelaksanaan ulangan atau ujian.

Kelima, indikator keberhasilan dalam manajemen waktu adalah efektivitas penggunaan waktu. Dalam pengawasan manajemen waktu, kepala sekolah evaluasi daftar rencana kegiatan, memberi tanda untuk kegiatan yang telah dilaksanakan serta memindahkan kegiatan yang belum terlaksana pada daftar rencana kegiatan hari berikutnya. Menemukan permasalahan mengapa terdapat rencana kegiatan yang belum terlaksana, dicatat hal-hal yang harus diperbaiki, serta diterapkan pada perencanaan dan pelaksanaan manajemen waktu periode berikutnya.

Keenam, permasalahan mendasar kepala sekolah dalam manajemen waktu adalah ketidakmampuan kepala sekolah menentukan urutan kegiatan. Kepala sekolah menentukan prioritas pekerjaan berdasarkan urutan waktu, mendahulukan pekerjaan yang mendesak, sehingga tidak memprioritaskan pekerjaan berdasarkan kepentingan.

Simpulan penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah dalam melaksanakan manajemen waktu untuk mengefektifkan waktu yang tersedia dalam bekerja di sekolah, memiliki persepsi yang positif tentang manajemen waktu. Dalam manajemen waktu setiap kegiatan yang akan dilaksanakan ditentukan kapan pelaksanaan dan  masa pencapaian kegiatan tersebut. Kepala sekolah harus menentukan prioritas pekerjaan berdasarkan kepentingan bukan berdasarkan urutan waktu, sehingga tidak terjebak kepada pekerjaan yang bersifat mendesak.

Saran penelitian kepada kepala sekolah agar dapat memanajemen waktu dalam bekerja di sekolah agar meningkatkan efektivitas penggunaan waktu dalam rangka melaksanakan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab.

Tentang Dayat Chem

Putra Ramatuan Rambut ikal tapi ganteng githu loe
Pos ini dipublikasikan di Tesis. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s